Jumat, 13 Januari 2017

pangeran tak terduga



PANGERAN TAK TERDUGA

Terkadang aku merasa iri melihat pasangan lain yang hanya bertengkar karena telpon gak di angkat, chat gak di bales seharian sampe megganggap bahwa pacarnya selingkuh. Terkadang aku juga merasa iri melihat pasangan lain yang hanya terpisah oleh jarak yang masih bisa di atasi, terhalang oleh rumah tetangga misalnya. Dan terkadang aku juga sempat merasa iri melihat pasangan yang damai, saling serius,dan saling berandai-andai memikirkan hal tentang masa depan mau nikah kapan, di mana, bulan madu kemana, sampe punya anak berapa. Dan terlebih-lebih lagi aku tidak hanya iri,tapi baper melihat pasangan lain yang bisa berduaan terus, jalan bareng, makan bareng, suap-suapan dsb. seakan dunia milik mereka berdua. Sedangkan aku sepanjang hari selalu bertengkar sama pacar gara-gara bingung gak mau berpisah. Kita bertengkar gara-gara ingin mempertahankan cinta kita yang beda. Di sisi lain kita tidak ingin membuat orang tua kita masing-masing kecewa karena kita masih terus bersama. Jika kita seandainya bisa menikah kita mungkin sudah pasti tidak di akui sebagai anak oleh orang tua kita. Bagaimanapun kita tidak pernah menyesal sama sekali tentang perkara kisah cinta kita yang rumit. Kita di pertemukan oleh Tuhan di kampus New Delhi India University. Dan kita sudah kurang lebih tiga tahun menjalani hubungan cinta ini. Semenjak awal masuk kuliah sampai hampir menjelang wisuda. Dan sekarang kita masih tetap berusaha mempertahankan cinta tulus kita.
***
“Khumairah, mama tidak setuju kalau kamu masih melanjutkan hubungan kamu sama Sanjay.” “tapi ma, aku sama sanjay udah pacaran aku dah tau sifat baik dia selama 3 tahunan ini ma, khumairah gak bisa pisah sama sanjay ma.” “pokoknya seusai kamu wisuda s-1 kamu harus balik ke Indonesia dan gak boleh ketemu sama sanjay lagi.” “tapi ma...” “kamu itu wanita muslim, masak ya mau nikah sama pria nonmuslim. Beda negara pula, kan ribet tar urusannya. Udah pokoknya sepulang kamu dari India mama mau jodohin kamu sama pria pilihan mama.” “ma, gak bisa gitu donk ma, khumairah gak bisa jauh sama sanjay, khumairah sayang sama dia. Mama gak bisa donk ambil keputusan sendiri” “kalau kamu masih saja berhubungan dengan pria India itu, mama gak akan menghadiri wisuda s1 kamu bulan depan,titik!” tuut...tuutt..ttuuutt... lagi-lagi mama menutup telponnya. Dan aku pun meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya karena ini bukan yang pertama kalinya mama memperingatkanku untuk memutuskan hubunganku dengan sanjay. “BIIB BIIB” ponselku berdering dan ternyata sanjay menelponku. “halo sanjay” “good morning my honey, my khumairah...” “morning” “kok kamu lemes. Kamu pasti belum sarapan. Yuk sarapan di luar” “aa..aku gak lapar sanjay hiks..kamu breakfast duluan aja ya” aku tak bisa menyembunyikan isak tanggisku kepada sanjay. Aku tak mampu menahannya dan air mata ini terus saja mengalir di pipiku. “what happen khumairah? Kamu nangis? Kenapa?” sanjay selalu saja mengetahui kalau aku sedang menangis lewat nada bicaraku. “barusan mama nelpon dan mama minta...” belum selesai aku ngomong sanjay sudah mengerti keluhanku “mama kamu minta kita putus kan? Hmmm...khumairah...please deh ini bukan yang pertama kalinya mama kamu ngomong gini ke kamu. Sekarang kamu hapus air mata kamu, dan 5 menit lagi aku jemput ya. Okay?”kata sanjay. “okay” jawabku sambil menutup telpon. Tak lama setelah lima menit berlalu sanjay sudah ada di depan pintu kamar apartemenku. Dan kami pergi ke kedai makanan langganan kami yang jaranya tidak jauh dari apartemenku. Sentak aku terkejut melihat mobil lamborghini warna merah sanjay parkir di halaman parkir apartemenku. Karna sanjay hampir tidak pernah membawa mobil untuk pergi ke kedai “sanjay, kamu ngapain bawa mobil? Kan kedainya deket. Jalan kaki aja bisa sanjay”tanyaku. “sayang, selesai kita breakfast aku mau ajak kamu jalan-jalan ke Taj Mahal biar kamu gak sedih lagi” sanjay menatapku dengan penuh kelembutan yang tersirat di wajahnya. “Taj Mahal?beneran hari ini kamu mau ajak aku kesana? aku seneng banget sanjay...di sana kita bisa mengungkapkan apa aja isi kegundahan hati kita.thank’s honey” aku pun memeluk sanjay.
***
“honey, aku udah pesenin butter chicken kesukaan kamu honey, di makan donk. Jangan di liatin aja” kata sanjay kepadaku. “Sanjay aku gak pengen makan. Bungkus aja ya.” Kataku. Entah kenapa setiap aku mendapat telpon omelan dari mama aku selalu sudah kenyang dan tak ingin makan lagi. “khumairah, aku gak mau kamu sakit sayang..ayo aku suapin kamu ya.makan ya..please...” akhirnya dengan paksaan sanjay aku pun makan. Bagiku sanjay memang satu-satunya lelaki yang bisa membuatku merasa di sayangi, di lindungi, dan di perhatikan setiap saat. Seusai makan kita langsung beranjak dari meja makan menuju mobil sanjay. Dan sesampainya kita di taman Taj Mahal, aku mengungkapkan semua isi kegundahan hatiku di tempat ini. Aku menceritakan omongan mama di telpon tadi kepada sanjay. Dan sanjay pun langsung memelukku “jadi mama kamu ngancem gak dateng di wisuda kamu kalau kita masih berhubungan?” .“iya sanjay..hiks..”. “ khumairah...aku rasa kita harus jaga jarak...kita bisa kan pura-pura udah putus di depan mama kamu..?”. “ gak mau sanjay...kita udah bukan anak kecil lagi yang masih sembunyi-sembunyi pacaran sanjay....kamu udah janji kan sama aku kalau kita bakal mertahanin cinta kita apapun yang terjadi? “. “iya khumairah...aku masih ingat janjiku itu. tapi kita gak bisa terus-terusan kaya gini honey...kamu selalu berantem sama orang tua kamu. Dan aku juga berantem sama orang tua aku. Kita gak mau terus-terusan gini kan?” “terus gimana sanjay?mama aku bakal jodohin aku sepulang aku di Indonesia sama pria pilihan mama. Kamu bakal diem aja?”aku pun terus meneteskan air mata. “gak khumairah, aku gak bakal lepasin kamu. Aku gak akan rela kamu di jodohkan dengan pria manapun. Aku akan selalu genggam tangan kamu. Kamu gak boleh pulang ke Indonesia.” Sanjay pun menggengam tanganku erat. “dari dulu kita gak pernah pengen pisah. Kita pengen hidup normal kaya pasangan lain. Di restui orang tua dan menikah dengan bahagia. Tapi mau gimana lagi sanjay, kita beda agama, beda negara, bahkan tradisi keluarga kamu harus menikah dengan wanita yang satu kasta.”. aku pun mulai putus asa. Bayangkan saja 3 tahun berturut-turut kita selalu bertengkar seperti ini. “aku tau solusinya khumairah..” kata sanjay. “Apa? “ tanyaku serius pada sanjay. “ salah satu dari kita harus meninggalkan agama kita. Kamu yang harus masuk hindu atau aku yang harus masuk islam. Dengan begini orang tua kita pasti akan merestui kita.”jelas sanjay. “gila ya kamu. Agama bukan untuk di permainkan. Dari dulu kita sepakat bakal menjalani agama kita masing-masing tanpa melibatkan cinta kita. Aku gak mungkin ninggalin islam..gak gak mungkin.”aku semakin pusing. “ kalau begitu biarkanlah aku saja yang masuk islam.” Kata sanjay. “ sanjay...kalau kamu masuk islam bagaimana keluarga kamu? Mereka pasti akan menentang kamu. Dan kamu tidak akan di akui sebagai anak lagi oleh orang tua kamu.”kataku. “jika hanya itu satu-satunya cara untuk mempersatukan kita, aku akan lakukan itu khumairah.” Sanjay benar-benar laki-laki yang mau mengorbankan apa pun demi cinta kita. “tidak sanjay, apapun yang terjadi kita tidak akan mengubah agama kita demi cinta.” Kataku menatap mata sanjay. “kalau begitu kita kawin lari ke london, seperti apa yang aku katakan ke kamu dulu khumairah, jika kedua orang tua kita tidak merestui kita bisa tinggal berdua ke london dan kita sepakat meninggalkan orang tua kita masing-masing.” Jelas sanjay. “sanjay, it’s not good.” Kataku “i see honey... but aku punya usaha di sana dan kita bisa hidup dengan usaha aku di sana. Kita akan hidup berdua saja tanpa ada halangan dari orang tua kita. Gimana? Do you agree khumairah? “. Tanya sanjay “no...no..kita gak mungkin meninggalkan orang tua kita, mereka sudah membesarkan kita, mereka membiayai kita sejak kecil sampai kita bisa kuliah seperti ini.” Jelasku. “you are right khumairah.”  Sanjay memelukku dengan erat. “aku gak akan pulang ke Indonesia sanjay. Aku akan temenin kamu di sini.” Kataku sambil menangis di bahu sanjay. “aku juga akan selalu bersamamu khumairah...kita tidak akan meninggalkan satu sama lain. Promise?!” kata sanjay mengelus pundakku “promise.” Isakku sambil menangis tersedu-sedu.
***
Satu bulan sudah berlalu. Dan mama papaku sungguh tidak menghadiri acara wisuda sarjanaku. Entahlah aku sudah terlalu letih memikirkan kisah cintaku yang bernasib malang bersama sanjay. Wisudaku memang berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Di saat yang lain sedang berpose bersama kedua orang tuanya, dan kerabat memberikan bunga untuk saudaranya yang berhasil menempuh pendidikannya itu, aku hanya bisa menyendiri di belakang kampus memandang air mancur hadapanku. Sanjay masih sibuk dengan teman-temannya dan kedua orang tuanya. Dan tak mungkin aku muncul di hadapan mereka. Yang ada situasi akan menjadi ribut karnaku. “khumairah...ternyata kamu di sini...aku nyariin kamu dari tadi.” Suara mengejutkan tiba-tiba mengagetkanku dalam lamunanku. “nih bunga untuk kamu. Selamat ya ra, kamu lulus dengan predikat cumlaude, wow sebagai sesama mahasiswa dari Indonesia aku ikut seneng donk!” aku pun menerima bunga pemberian dari Rehan sahabat aku sejak SMA sampai akhirnya sekampus di New Delhi India University. “kamu sendiri aja ra? Orang tua kamu kenapa kok gak dateng?” “ya...gitu deh mereka gak mau dateng kalau aku masih berhubungan sama Sanjay. Kamu tau sendiri kan Rehan gimana kerasnya ortu aku? Orang tua kamu mana han?” . “ itu lagi beli minum. kamu yang sabar ya ra...kamu udah berkorban banyak untuk hubungan kamu dengan Sanjay, tapi apakah harus kaya gini terus? Jujur ya khumairah, aku gak tega liat kalian berdua seperti ini terus. Sudahlah gak baik kalau menjalin hubungan dengan pria yang tidak seiman. Dianya juga gak bisa masuk islam kan?”. “aku yang gak mau dia masuk islam, keluarga dia pasti akan menentang.” “well, iya juga sih... ra..gimanapun juga perjuangin ya cinta kamu, aku salut sama kamu. aku kesana dulu ya ra.” “okay”. Di saat semua orang menentang hubunganku dengan sanjay, hanya Rehan satu-satunya orang yang mendukung kita. Aku melihat sepatu merah milik sanjay dari kejauhan. Dan sepertinya itu sanjay, akupun langsung memanggilnya. “ sanjay....!!!” “baby...!!!” sanjay langsung lari ke arahku dan tiba-tiba memelukku kemudian aku di gendongnya layaknya film india yang gak kalah romantisnya. “yeeeee....my baby gets cumlaude. I am so happy. How about you?” sorak sanjay dengan memutar-mutarkanku saat di gendong. “sanjay.....turunin gak? I am shy sanjay... ayo turunin..please...tar ada orang tua kamu gimana?” kataku memohon. “okay khumairah..” akhirnya sanjay menurunkanku. kalau sudah begini rasanya tak ingin aku berpisah sedetikpun darinya. “i love you khumairah” ucap sanjay dengan senyuman lebarnya. “i love you too sanjay” balasku. “whenever, wherever and forever...yeah..” sorak kami berdua dengan tos tangan kita. “sanjay...capek nih... anterin aku pulang yuk....”aku meminta sanjay untuk mengantarku pulang ke apartemenku. “okay, come on sayang” sanjay pun akhirnya mengantarku.
*** 
“sanjay, kamu gak mampir ke apartemenku minum teh dulu atau air putihlah.” Kataku sambil mengajak sanjay minum teh di apartementku. “baiklah” jawab sanjay. Seketika itu aku membuka pintu kamar apartemenku, betapa kagetnya diriku saat melihat pakaian dan koperku berantakan di atas kasur. Dan aku melihat mama memasukkan seluruh pakaianku ke dalam koper. “Mama....mama kapan datengnya?” tanyaku terkejut melihat mama. “salam tante” sapa sanjay kepada mama. Ibu masih memasang muka acuh tak acuhnya kepada sanjay. “khumairah.. ayo cepat kemasi barang-barang kamu yang laen. Hari ini kamu harus pulang ke Indonesia. Mama sudah memesan tiket.” Kata mama dengan nada marah. “tapi, kenapa harus sekarang ma?” tanyaku heran. “ karna mama gak mau kamu masih di sini dan berhubungan dengan sanjay.” Mama menunjukku tengan jari telunjuknya dan melirik sinis kepada sanjay. “tante tolong jangan buru-buru memaksa khumairah untuk pulang ke Indonesia tante.” Pinta sanjay. “diam kau sanjay. Awas kamu kalau masih saja mendekati anak saya.” Ancam mama. “ma.... jangan pisahkan kami ma... khumairah mohon ma..please..” kataku memohon dan tak kuasa menahan tangis. “papa... bawa khumairah masuk ke dalam mobil cepat.” Teriak mama kepada papa yang baru saja datang di hadapan pintu apartemenku. “om...jangan om.... sanjay mohon jangan bawa khumairah pergi...” pinta sanjay sambil berlutut mencium kaki papa. “tidak sanjay...om tak kan biarkan cinta kalian bersatu....sekarang pergi tinggalkan anak saya!!!” teriak papa sambil menendang wajah sanjay yang tengah berlutut mencium kaki papa. “sanjay.....!!!!” teriakku kaget melihat kepala sanjay terluka. “papa sudah keterlaluan... apa salahnya kalau kita saling mencintai pa...bukankah cinta tak memandang tentang perbedaan negara dan agama?”. Kataku tak bisa menahan emosi. “om...saya benar-benar mencintai khumairah om...saya bersedia masuk islam om demi menikahinya om..” kata sanjay berusaha bangun. “enak saja, kamu pikir segampang itu saya merestui hubungan kalian.tidak...om tidak setuju..ayo khumairah cepat ke parkiran dan masuk mobil.” Kata papa. “tidak pa....” kataku membantah. “pa...ngapain buang-buang waktu, cepat seret saja khumairah agar mau masuk mobil di parkiran. Pesawat akan berangkat 30 menit lagi.” Kata mama kepada papa. Papa kali ini benar-benar tega memisahkan genggaman tangan kami kan menyeretku untuk masuk ke dalam mobil. “khumairah....don’t leave me khumairah... i really love you..” teriak sanjay yang masih menggenggam tangan kecilku. “sanjay...bawa aku pergi sanjay...aku gak mau pulang ke indonesia.” Teriakku kepada sanjay. Tak lama kemudian orang tua sanjay datang untuk membawa pergi sanjay. “lepaskan tangan gadis itu biarkan dia pergi, bagaimanapun juga kami sebagai orang tua kamu dan mereka orang tua khumairah tak akan merestui kalian.” Teriak ayahnya sanjay sambil memisahkan genggaman tangan kami. Kini genggaman tangan kami sudah terpisah. Dan kami berdua hanya bisa berteriak menahan amarah bara cinta kami. “sanjay.....!!!!” aku berteriak ketika sudah berada di dalam mobil. “ i will always love you khumairah..!!!” teriak sanjay. Dan akhirnya kami melambaikan tangan. Aku rasa kisah cinta kita sudah berakhir. Oh, tidak. Sampai di sinikah cerita cinta kita tuhan? Mengapa engkau pisahkan kami tuhan? kalau sekarang kita berpisah mengapa dulu engkau pertemukan kami tuhan? dalam hatiku aku terus menyalahkan Tuhan dan tak berhenti menangis.
*** 
Tiga bulan berlalu aku hanya bisa memandang foto sanjay di ponselku. Aku selalu memikirkannya. Aku seakan-akan kehilangan arah. Aku tak tau bagaimana caranya hidup. Aku tak tau bagaimana caranya melanjutkan hidupku yang tragis ini. aku selalu menesteskan air mata setiap harinya. Entah berapa banyaknya air mataku ini jatuh berlinangan di pipiku. Aku benar-benar susah melupakannya. Tak terasa pertunanganku tinggal menghitung hari. Aku tak tahu mama akan menjodohkanku dengan siapa. Sungguh aku tak peduli dengan semua ini. rasanya aku  seperti menunggu mati mau menjemputku saja. Oh tuhan, aku pasrah jika memang sanjay bukan jodohku. Tapi jagalah dia, berikanlah dia wanita yang lebih baik dariku. “khumairah sayang...” tiba-tiba mama sudah berada si sampingku. “sampai kapan kamu terus larut dalam kesedihan seperti ini? apapun yang kami lakukan hanya demi kebaikan kamu sayang.” Kata mama sambil memelukku. Aku hanya terdiam. “sebenarnya mama telah berbohong sama kamu mengenai perjodohan itu. mama ngomong gitu agar kamu berhenti behubungan dengan sanjay.”kata mama. “sudahlah ma.” Kataku. Sebenarnya aku tak habis pikir kenapa mama setega itu telah membohongiku. Tapi entah apapun yang terjadi aku sudah tak peduli lagi. “kamu tau, hari ini ada yang datang untuk melamar kamu. Kamu pasti nggak akan nyangka.” Kata mama sembari memegang tanganku. “khumairah gak peduli sama hidup khumairah ma.” Kataku lirih. “ayo ikut mama keruang tamu. Calon kamu itu lulusan univesitas di India. Udah mapan, tampan, sopan dan seiman pula ra. Mama yakin kamu pasti cocok.” Kata mama tersenyum sambil menghiburku. Aku pun mengikuti mama ke ruang tamu. Betapa terkejutnya diriku melihat lelaki yang akan melamarku ternyata sahabatku sendiri ketika di India. “re...rehan....kamu?!” aku masih bertanya-tanya dalam hati. Kenapa rehan bisa melamarku? sedangkan aku adalah sahabatnya sendiri. “iya khumairah...aku dan keluargaku kesini untuk ngelamar kamu.” Kata rehan dengan wajah yang polos seperti tanpa dosa di hadapanku. “om...tante...ma...pa...khumairah pengen ngomong sesuatu sama rehan, boleh kami keluar sebentar?” tanpa basa-basi panjang aku pun langsung menarik tangannya menuju teras belakang rumah. “apa-apaan sih kamu ini? kemaren kamu bilang kamu dukung hubungan aku sama Sanjay, sekarang kamu malah mau hancurin hubungan kita dengan cara kamu ingin ngelamar aku?please tell me...!!!” teriakku dengan nada emosi. “khumairah tenang...tenang...aku mau jelasin...” kata rehan “yaudah jelasin...”bentakku. “sanjay menyuruhku untuk melamar kamu, Dia minta tolong ke aku agar kamu bisa aku jagain, dia gak mau kamu jatuh ke tangan cowok lain. Dia takut kamu di kecewain dan di sakitin cowok lain. Dia percaya sama aku, karna aku adalah sahabat kamu sejak kecil, dan dia percaya kalau aku gak akan nyakitin kamu.” Jelas Rehan. “jadi... intinya sanjay dah nyerah gitu aja wat ngedapetin aku dengan nyerahin aku ke kamu. Oh my god!” aku meneteskan air mata untuk kesekian kalinya. “BIIP...BIIIP...BIIPP....BIIP” tiba-tiba ponsel Rehan berdering. Rehan pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Dan terlihat di layar ponselnya bahwa yang menelpon adalah Sanjay via skype. Aku pun tanpa pikir panjang langsung merebut ponsel itu dari Rehan dan segera mengangkatnya. “sanjay....sanjay.....what did u do to me?”. “Khumairah... ini yang terbaik untuk kita... please terimalah Rehan sebagai pendamping hidupmu. Aku janji Rehan tidak akan menyakitimu ”. “but why Sanjay...? why? Bukankah kita sudah berjanji untuk  memperjuangkan cinta kita apapun yang terjadi?” tanyaku. “khumairah...dari awal kita sudah berbeda... keluargamu dan keluargaku juga berbeda. Mau sampai kapan kita memperjuangkan cinta yang sia-sia ini? kita memang saling mencintai tapi kita tidak bisa bersatu. Dengar, aku memilih Rehan, karna dia adalah sahabat baik kita. Dan kalau kamu nikah sama dia, kita pasti bakal sering ketemu. Iya kan? Ibuku minggu depan akan menjodohkanku dengan perempuan punjabi. Kita satu ras dan satu iman. Tapi aku sungguh tidak mencintainya, aku melakukan ini karna keluargaku. Dalam hatiku cuma kamu yang aku cinta Khumairah. Sekali lagi, kamu sayang kan sama keluargamu? Kalau begitu menikahlah dengan Rehan untuk keluargamu. Meski tidak saling memiliki, cinta kita akan tetap bersatu bukan? Jangan mnangis honey....sudah hapus air matamu. Aku yakin ini yang terbaik untuk kita.” Jelas Sanjay panjang lebar. “iya Sanjay, kamu memang benar. Kita memang harus mengutamakan keluarga kita daripada apapun. Karna kita sayang keluarga kita. It’s okay kita jalanin hidup kita masing-masing tapi kita masih bisa ketemu kan?” tanyaku pada Sanjay dengan tersenyum kecil. “why not honey? Musim gugur bulan depan ajak Rehan liburan ke India ya..kita bertiga akan main bareng di Taman Taj Mahal. Okay?” kata Sanjay dengan senyum manisnya. “okay Sanjay..see you.” Kataku. “see you Rehan, khumairah.” Jawab Sanjay. Dan Rehanpun menutup panggilan skype tersebut. “kamu sudah tau kan apa alasannya Sanjay menyuruhku untuk melamarmu?” tanya Rehan dengan memegang tangaku. “iya rehan, agar suatu saat nanti kita bisa bertemu, aku, kamu, dan Sanjay.”  Jawabku tersenyum kecil. “khumairah, se..sebenarnya...”.kata Rehan terbata-bata. “ya...kenapa?” tanyaku. “Rehan...Khumairah....ayo nak sini....”suara mama tiba-tiba memotong pembicaraan kami. Aku dan Rehan segera kembali ke ruang tamu. “bagaimana nak Khumairah? Kamu mau menerima Rehan?” tanya papa Rehan. “i...iya om.” Jawabku. “kalau begitu Rehan,ayo pasangkan cincin ke jarinya.”kata mama Rehan memerintah. Rehan pun membuka kotak cincin dari saku jasnya. Dan di dalam kotak cincin tersebut ada sepucuk kertas yang bertuliskan ‘bolehkah aku menjadi pangeranmu?’  “khumairah, sebenarnya aku mencintaimu sejak kita masih kecil. Tapi aku hanya bisa mengungkapkannya sekarang. Karna kamu selalu dekat dengan cowok lain. Sebenarnya aku sudah ingin melamarmu selesai wisuda SMA kita, tapi gak jadi karna aku tau kamu mencintai Sanjay waktu itu. dan ketika kamu kuliah di India, aku mengikutimu untuk kuliah di India juga agar aku bisa memantau dan menjagamu.  Aku sengaja diam selama ini. karna aku gak mau ngerusak kebahagiaan kamu sama Sanjay. Tapi semenjak Sanjay menyerahkanmu padaku. Aku berani menyatakan perasaanku selama ini yang terpendam lama. Aku janji aku akan jagain kamu. Aku akan mencintaimu apa adanya. Meski kamu tidak mencintaiku.” Kata sanjay dengan berlutut di hadapanku. Serasa seperti film korea yang romantis dia menyatakan cintanya di hadapan dua keluarga. “bolehkan aku menjadi pangeranmu?” tanya Rehan dengan menitikkan air mata harunya. Aku pun juga terharu karna ini sungguh kejadian yang tak di sangka-sangka. Ternyata selama ini Rehan yang sudah aku anggap seperti sahabatku sendiri sejak kecil ternyata sudah terlalu lama memendam perasaannya untukku, dia sudah banyak berkorban, membahagiakanku, dan menjagaku tanpa aku sadari selama ini. Ya Tuhan, kenapa selama ini aku tak bisa melihat cintanya yang sebesar itu kepadaku?  “Rehan, aku tahu aku tak bisa mencintaimu seperti aku mencintai Sanjay, tapi aku akan menghargai setiap cinta yang kau berikan kepadaku dengan menerimamu sebagai pangeran hidupku.” Jawabku dengan menitikkan air mata. Rehan pun menyematkan cincin di jari manisku. Rehan memelukku dan selanjutnya kedua keluarga memeluk kami. “kami senang khumairah, kami senang akhirnya kau mau menerima Rehan sebagai pangeranmu. Dialah pangeran yang sesungguhnya kau cari-cari selama ini, dia pangeran yang tak terduga dalam hidupmu ra.” Kata mama memelukku. Ya, mungkin mamaku benar Rehanlah pangeran yang aku cari-cari selama ini. dialah pangeranku yang sesungguhnya yang selalu menjagaku, menemaniku dan melindungiku sejak aku kecil sampai sekarang. Meski aku tak begitu mencintainya aku bersyukur kepada Tuhan yang telah memberiku pangeran tak terduga ini. aku akan mencoba mencintainya sedikit demi sedikit untuk menghargai pangeranku yang sesungguhnya.
-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar